Lihat aku disini
Berdiri tegak seorang diri
Melihat dengan tatapan yang pasti
Melangkah dengan penuh keyakinan
Semua kulakukan tanpamu, tanpa dirimu MKW
Dulu kukira semua semangatku akan berakhir saat berpisah darimu
Dulu kukira aku takkan bisa melakukan apapun tanpa dirimu
Dulu kuanggap semuanya akan sulit tanpa dirimu
Dulu aku merasa bingung karena tidak ada penuntun yang dapat kupercaya lagi
Tapi itu dulu,,
dan sekarang :
Sekarang aku menyesal tlah berlarut2 menangisi dirimu
Sekarang aku menyesal terlalu meminta akan dirimu
Sekarang aku menyesal tlah menanti dan berharap akan dirimu
Lihatlah aku
Aku yang bisa menentukan jalanku sendiri
Aku yang bisa mengatasi kesedihanku sendiri
Aku yang bisa membuat diriku senang
Aku yang bisa mengambil keputusanku sendiri
Aku bisa, aku bisa, aku bisa tanpamu
Egois memang, tapi kurasa 'segala sesuatu yang kulakukan untuk diriku sendiri hanya aku yang tau mauku, hanya aku yang mengerti diriku' hasil yang baik pun pasti dapat kucapai dengan baik jika aku percaya pada diriku sendiri.
Aku tidak boleh bahagia karenamu, aku tidak boleh bersedih karenamu, aku tidak boleh semangat karenamu.
Semua yang kulakukan untukku hanya boleh karena diriku sendiri karena 'hanya diri sendiri yang tak mungkin orang lain mengerti'
Takkan kuulangi kesalahanku yang dahulu, kesahalahanku yang mengandalkan seseorang untuk diriku. Aku tidak marah padamu, aku tidak dendam atas dirimu. Aku tlah menganggap semua ini hanya pelajaran bagiku 'pelajaran satu langkah dewasakan diri'
Aku akan berdiri setegak mungkin sampai kau bisa melihatku dan menyesal telah melepasku. Seorang temanku berkata : "The best revenge is to show your ex that life is better after they're gone"
And i will do it !!!!!
Kamis, 25 Agustus 2011
Kamis, 11 Agustus 2011
DISE AMALIA
DISE AMALIA namaku….

Aku selalu bangga atas nama yang telah diberikan oleh orang tuaku. Memang nama ini cukup aneh dan tidak mengandung arti, namun aku sangat senang ketika seseorang menyapaku dan memanggil namaku “DISE”. Mungkin itu salah satu alasan mengapa aku tidak pernah suka dan tidak pernah mau dipanggil “KAMU”, untuk orang yang baru kenal dengan aku pasti merasa kaget dan heran. Kata “KAMU” terkesan sedang memanggilku dengan penuh kemarahan dan ketegangan, makanya aku lebih suka dipanggil “DISE” agar terasa lebih dekat dan santai.

Telah lahir ke dunia hari Selasa, 3 Desember 1991 pukul 04.15 pagi. Bayi mungil dengan berat 3.6 kg dan suara tangis yang sangat kencang (kata bunda). Dan diberi nama DISE AMALIA.
Sejak kecil aku selalu menjadi anak yang manja dan cengeng. Selalu menangis, tangisan adalah senjata ku untuk menarik perhatian orang. Tapi ternyata sifat itulah yang membuat banyak orang tidak melihatku dan menganggapku tidak bisa melakukan apa2. Bahkan aku sering menjadi korban kenakalan teman2 kecilku, sampai2 aku pernah didorong ke selokan dekat rumahku sampai seluruh badanku kotor. Tapi aku hanya menangis dan tidak pernah merasa marah atw ingin balas dendam pada mereka.
Sewaktu SD kelas 1 aku selalu ingin diantarkan bunda dan bunda harus menunggu di dalam kelas dan duduk di belakangku. Suatu hari ketika aku sedang belajar dikelas, bunda mengendap2 keluar dan meningggalkan kelas. Ketika aku melihat ke kursi belakang ternyata bunda tdk ada, aku langsung menangis sekencang mungkin sampai ibu guru menyuruhku duduk di meja guru. Aku tak merasa itu sebuah hukuman, dengan santainya aku melanjutkan mengerjakan tugas sampai selesai dan hasilnya benar semua. Horeee,,, dari situ aku sadar bahwa aku bisa melakukan sesuatu tanpa bunda.
Pernah juga sewaktu aku kelas 2 SD aku dimusuhi oleh temanku, sampai bunda datang ke sekolah dan menegur temanku. Temanku langsung berlari dan bersembunyi di bwah meja. Tapi herannya aku tidak senang melihat temanku ketakutan seperti itu, dan sejak itu aku tidak pernah mengadu lagi pada bunda jika ada yang memusuhiku atw menjailiku.
Di SMP aku menjadi anak yang pendiam, mungkin karena saat itu aku merasa minder dan kurang bersyukur atas fisikku. Aku minder dengan kulitku yang gelap dan tubuhku yang berisi. Ya memang masa puber untukku kurang bagus karena aku hanya memandang sisi negatifnya. Tapi semua itu berubah seketika saat aku duduk di kelas 8 dan kenal dengan yang namanya Firman. Laki2 yang selalu menjailiku dan mengejekku, namun aku tidak pernah tersinggung dan segala ejekannya membuat aku malah ingin menunjukan diri bahwa aku sama seperti gadis lainnya yang penuh percaya diri. Aku mulai merasa bahwa ternyata aku tidak seburuk yang selalu kurasakan. 'Hitam itu eksotis, memiliki tubuh yang berisi itu seksi' tinggal aku mensyukurinya dan merawatnya.

Ketika SMA menjadi masa jaya ku… Aku menjadi gadis yang penuh percaya diri dan mulai tertarik pada pria dan membuat aku menjadi sedikit genit. hahahaha. Pacar pertamaku adalah teman SMPku yang pindah ke medan selama 8bulan, lumayan lama berpacaran hampir 2 taun tapi backstreet. hahaha. aku sadar aku masih terlalu kecil untuk berpacaran, jadi aku tdk berani bilang dan mengenalkannya pada orang tuaku. Setelah putus darinya kemudian aku menemukan seseorang yang kurasa cocok denganku, teman ceritaku, teman belajarku, teman bermainku : omren, sering kusebut dirinya. Hubungan kami baik, bahkan sudah mengenal masing2 orang tua, namun ternyata harus berakhir setelah 1 taun lbh. Tapi tak pernah ku sesali karena sampai sekarang kami masih berhubungan baik menjalin silaturahmi.
Masa SMA masa paling indah untukku, pertama kalinya aku temukan teman2 yang dekat denganku, pertama kalinya kurasakan teman yang dapat menjadi keluarga, pertama kalinya aku sering bermain dengan teman2. Daaannnn, pertama kalinya aku nakal dengan tidak pernah masuk pelajaran agama selama 1 semester. “Maafin aku ya bunda, tapi nilainya bagus ko”.

Memasuki masa kuliah,,, masa transisi terbesar dalam hidupku. Ya, DISE AMALIA lulus sebagai mahasiswi TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN di universitas negri di Bandung. Inilah awal hidup baruku yang membuat aku tidak tau lagi cara tersenyum dengan arti senyuman sesungguhnya. Masalah utamanya adalah lingkungan kampus yang sangat berbeda dengan sekolah, teman2 yang sangat berbeda, sistem kuliah yang sering membuatku merasa berat. Tapi semuanya aku jalani dengan baik dengan nilai yang lumayan bagus, semoga bisa aku pertahankan dan aku tingkatkan sampai aku lulus nanti, sampai aku menambahkan namaku menjadi DISE AMALIA, STP.

Masalah yang menggangguku saat kuliah adalah masalah percintaan. Hahaha. Yang membuat aku kehilangan kendali. Waktu itu aku berpikir orang dewasa dapat bisa membimbingku lebih baik, tapi ternyata pola pikir kami memang sangat berbeda sehingga hubungan yang selalu kujalin dg serius mereka tinggalkan begitu saja. Mantan ptama perhatian banget tp twnya maen hati di belakang. Mantan kedua super cuek dan twnya hilang hati ke dise. Hahaha. Hal ini yang memberikan banyak pelajaran pendewasaan bagiku, tapi mungkin klo gada hal ini aku hanya bs melihat dunia dg penuh keindahan mimpi. Sekarang aku sudah belajar merasakan sedikit garam kehidupan dimana aku membuat masalah dan menyelesaikan masalah sendirian.
Kalimat itu yang membangkitkanku…. Aku akan menjadi seorang DISE AMALIA kembali, yang dapat tersenyum dan merasakan arti sesungguhnya dari senyuman itu.

“Ayo DISE AMALIA semangatlah dan lakukan yang terbaik untuk orang tuamu, semester 5 6 7 dan 8 telah menanti langkahmu untuk berjalan menjadi DISE AMALIA, STP”

Aku selalu bangga atas nama yang telah diberikan oleh orang tuaku. Memang nama ini cukup aneh dan tidak mengandung arti, namun aku sangat senang ketika seseorang menyapaku dan memanggil namaku “DISE”. Mungkin itu salah satu alasan mengapa aku tidak pernah suka dan tidak pernah mau dipanggil “KAMU”, untuk orang yang baru kenal dengan aku pasti merasa kaget dan heran. Kata “KAMU” terkesan sedang memanggilku dengan penuh kemarahan dan ketegangan, makanya aku lebih suka dipanggil “DISE” agar terasa lebih dekat dan santai.

Telah lahir ke dunia hari Selasa, 3 Desember 1991 pukul 04.15 pagi. Bayi mungil dengan berat 3.6 kg dan suara tangis yang sangat kencang (kata bunda). Dan diberi nama DISE AMALIA.
Sejak kecil aku selalu menjadi anak yang manja dan cengeng. Selalu menangis, tangisan adalah senjata ku untuk menarik perhatian orang. Tapi ternyata sifat itulah yang membuat banyak orang tidak melihatku dan menganggapku tidak bisa melakukan apa2. Bahkan aku sering menjadi korban kenakalan teman2 kecilku, sampai2 aku pernah didorong ke selokan dekat rumahku sampai seluruh badanku kotor. Tapi aku hanya menangis dan tidak pernah merasa marah atw ingin balas dendam pada mereka.
Sewaktu SD kelas 1 aku selalu ingin diantarkan bunda dan bunda harus menunggu di dalam kelas dan duduk di belakangku. Suatu hari ketika aku sedang belajar dikelas, bunda mengendap2 keluar dan meningggalkan kelas. Ketika aku melihat ke kursi belakang ternyata bunda tdk ada, aku langsung menangis sekencang mungkin sampai ibu guru menyuruhku duduk di meja guru. Aku tak merasa itu sebuah hukuman, dengan santainya aku melanjutkan mengerjakan tugas sampai selesai dan hasilnya benar semua. Horeee,,, dari situ aku sadar bahwa aku bisa melakukan sesuatu tanpa bunda.
Pernah juga sewaktu aku kelas 2 SD aku dimusuhi oleh temanku, sampai bunda datang ke sekolah dan menegur temanku. Temanku langsung berlari dan bersembunyi di bwah meja. Tapi herannya aku tidak senang melihat temanku ketakutan seperti itu, dan sejak itu aku tidak pernah mengadu lagi pada bunda jika ada yang memusuhiku atw menjailiku.
Di SMP aku menjadi anak yang pendiam, mungkin karena saat itu aku merasa minder dan kurang bersyukur atas fisikku. Aku minder dengan kulitku yang gelap dan tubuhku yang berisi. Ya memang masa puber untukku kurang bagus karena aku hanya memandang sisi negatifnya. Tapi semua itu berubah seketika saat aku duduk di kelas 8 dan kenal dengan yang namanya Firman. Laki2 yang selalu menjailiku dan mengejekku, namun aku tidak pernah tersinggung dan segala ejekannya membuat aku malah ingin menunjukan diri bahwa aku sama seperti gadis lainnya yang penuh percaya diri. Aku mulai merasa bahwa ternyata aku tidak seburuk yang selalu kurasakan. 'Hitam itu eksotis, memiliki tubuh yang berisi itu seksi' tinggal aku mensyukurinya dan merawatnya.

Ketika SMA menjadi masa jaya ku… Aku menjadi gadis yang penuh percaya diri dan mulai tertarik pada pria dan membuat aku menjadi sedikit genit. hahahaha. Pacar pertamaku adalah teman SMPku yang pindah ke medan selama 8bulan, lumayan lama berpacaran hampir 2 taun tapi backstreet. hahaha. aku sadar aku masih terlalu kecil untuk berpacaran, jadi aku tdk berani bilang dan mengenalkannya pada orang tuaku. Setelah putus darinya kemudian aku menemukan seseorang yang kurasa cocok denganku, teman ceritaku, teman belajarku, teman bermainku : omren, sering kusebut dirinya. Hubungan kami baik, bahkan sudah mengenal masing2 orang tua, namun ternyata harus berakhir setelah 1 taun lbh. Tapi tak pernah ku sesali karena sampai sekarang kami masih berhubungan baik menjalin silaturahmi.
Masa SMA masa paling indah untukku, pertama kalinya aku temukan teman2 yang dekat denganku, pertama kalinya kurasakan teman yang dapat menjadi keluarga, pertama kalinya aku sering bermain dengan teman2. Daaannnn, pertama kalinya aku nakal dengan tidak pernah masuk pelajaran agama selama 1 semester. “Maafin aku ya bunda, tapi nilainya bagus ko”.

Memasuki masa kuliah,,, masa transisi terbesar dalam hidupku. Ya, DISE AMALIA lulus sebagai mahasiswi TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN di universitas negri di Bandung. Inilah awal hidup baruku yang membuat aku tidak tau lagi cara tersenyum dengan arti senyuman sesungguhnya. Masalah utamanya adalah lingkungan kampus yang sangat berbeda dengan sekolah, teman2 yang sangat berbeda, sistem kuliah yang sering membuatku merasa berat. Tapi semuanya aku jalani dengan baik dengan nilai yang lumayan bagus, semoga bisa aku pertahankan dan aku tingkatkan sampai aku lulus nanti, sampai aku menambahkan namaku menjadi DISE AMALIA, STP.

Masalah yang menggangguku saat kuliah adalah masalah percintaan. Hahaha. Yang membuat aku kehilangan kendali. Waktu itu aku berpikir orang dewasa dapat bisa membimbingku lebih baik, tapi ternyata pola pikir kami memang sangat berbeda sehingga hubungan yang selalu kujalin dg serius mereka tinggalkan begitu saja. Mantan ptama perhatian banget tp twnya maen hati di belakang. Mantan kedua super cuek dan twnya hilang hati ke dise. Hahaha. Hal ini yang memberikan banyak pelajaran pendewasaan bagiku, tapi mungkin klo gada hal ini aku hanya bs melihat dunia dg penuh keindahan mimpi. Sekarang aku sudah belajar merasakan sedikit garam kehidupan dimana aku membuat masalah dan menyelesaikan masalah sendirian.
“No one is in control of your happiness but you. You have the power to change anything about yourself or your life that you want to change”
Kalimat itu yang membangkitkanku…. Aku akan menjadi seorang DISE AMALIA kembali, yang dapat tersenyum dan merasakan arti sesungguhnya dari senyuman itu.

“Ayo DISE AMALIA semangatlah dan lakukan yang terbaik untuk orang tuamu, semester 5 6 7 dan 8 telah menanti langkahmu untuk berjalan menjadi DISE AMALIA, STP”
SINDANGSARIKU
Kamis, 25 Juni 2011

Ya, Kamis 25 Juni 2011. Hari keberangkatan ku menuju Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Hari pertamaku bertemu dengan seluruh teman2 KKN satu desaku. Kesan pertama sangat tidak berkesan karena aku sangat tidak mengenal keseluruhan teman2 yg akan bersamaku selama 1bulan nanti, wajah2nya sangat asing bahkan namanyapun aku tidak tw siapa. Yang ku kenal hanya teman2 sefakultasku dan beberapa yang pernah datang berkumpul.
19 orang wanita dan 1 pria. Hanya itu yang aku tw dr anggota KKN di desaku. Saat turun dr bus, koper2 besar langsung memenuhi garasi sebuah rumah sederhana bercat hijau. Ya ternyata pemilik rumah itu adalah ibu ihat, rumah yang akan kami tempati selama 1 bulan nanti. Kami hanya mendapatkan 2 kamar dengan luas yg standar ya mungkin 3×3 m dan itupun langsung penuh oleh koper2 kami. Dan kami putuskan untuk tidur di ruang tamu dan ruang tengah.
Kasur tiup,,, ya, mulai dari kasur tiup yang menghebohkan suasana. Saat memompa kasur tiup kami baru mulai saling berkomunikasi. Kemudian mie ayam mang kebul, karena beberapa orang sudah tak sanggup menahan lapar dan memutuskan untuk mencoba mie ayam mang kebul disebrang rumah. Kemudian Mie *ASO,,, ya, mie baso yang huruf ‘B’ nya sudah pudar untuk orang2 kelaparan kloter 2.

Acara pertama kami adalah ceramahan di masjid untuk acara isra miraj. Masjid ini letaknya tidak jauh dr rumah kami, hanya terhalang 2 rumah. Acaranya sampai malam sekali, terasa mengantuk dan membosankan. Untungnya ada konsumsi yang sangat enak dari mesjid itu (ntah krn lg laper aja kali yaaa). Di mesjid ini aku mulai memperhatikan teman2 baruku, aku mulai bertanya “yang itu namanya siapa? yang itu drmn?”. Tapi dari semua teman2ku, hanya 1 yg aku paling tau, yaitu : semua merasa ngantuk dan memejamkan matanya ketika kotak konsumsi mereka sudah habis. Hahahaha

Besok harinya, masih pagi2 buta sudah ada beberapa anak kecil yang datang ke rumah mengajak jalan santai katanya siihh… Sebenarnya aku sangat malas, tapi karena aku sudah mandi dan gda kerjaan jadi aku memutuskan untuk ikut sambil mencari sarapan. Untung saja gerimis datang, jadi kami tdk usah berjalan terlalu jauh dan memutuskan untuk berbalik arah kembali ke rumah. Di tengah jalan kami sarapan bubur, ya bubur terenak yang kurasakan dan menjadi langganan kami selama 1 bulan KKN di sindangsari.
Kalo diceritain satu2 pasti panjang bgt,,, Langsung aja ya ke beberapa kisah penting yang kurasakan saat KKN bersama teman2 di Sindangsari. Untukku ada 4 kisah yang paling berkesan yaitu :


Suasana yang sangat berbeda,, malam harinya tgl 5 Juli 2011, seluruh wanita mempersiapkan perbekalan untuk berwisata. Koper2 dibongkar, memilih barang2 yang harus dibawa, ada juga yang mandi pukul 10 agar paginya tidak usah mandi (termasuk aku). Untung saja saat itu Ibu Ihat sedang tidak ada di rumah, jadi tidak mengganggunya karena kami sangat berisik dan rumah menjadi sangat berantakan.
Pagi2 tanggal 6 Juli 2011 pukul 2 alarm2 sudah mulai berbunyi. Pukul setengah 3 pagi sudah ada yang mulai mandi. Hahaha. Memang aneh, biasanya aku yang mandi paling pertama dan itupun jam 4 pagi. Pukul 4 semua orang sudah rapi, hanya 1 orang yang masih tidur. Ya siapa lg klo bukan personil kami yang paling ganteng :p, hahaha,, abang. Dan yang kuingat dia terbangun saat kami mau berangkat, dia ganti celana dan cuci muka langsung berangkat. Kalo aku mjadi dia pasti aku merasa semuanya mimpi. Kami semua berangkat dg rumah yg msh berantakan karena kami sangat terburu2.
Yaaa kisah piknik kami sangat menyenangkan…. di green canyon kami berenang, di batu karas kami bermain banana boat dan bermain ombak, dan terakhir di pngandaran kami makan malam bersama dan berbelanja. Sampai di rumah pukul 12 malam,,, sangat larut dan keadaan rumah sudah sangat rapi “maaf ya ibu, jadi ngerepotin”.

Yaa,,, kami membuat sedikit pesta kejutan yang penuh perjuangan. Saat panas terik meraja, aku dan bu kordes berjalan kaki memutari kota ciamis untuk mencari kue (nyampe 4toko kue di lokasi yang sangat berjauhan kami datangi) cuma buat happy twin ini. Tapi semuanya cuma perjuangan yg ga seberapa klo dibanding sma hasilnya : pesta kejutan yang sukses itu, ngeliat semuanya kumpul, ngeliat semuanya bahagia, ngeliat semuanya heboh mau kebagian kue.
“Begitulah kami, kalo ada makanan semuanya langsung tak terkendali”

Sangat sedih memang,,, teteh2 cantik calon perawat yang baik2 ini harus meninggalkan kami. Teteh2 yang slalu menghangatkan suasana, teteh2 yang suka mendandani kami, teteh2 yang suka memimpin masak, teteh2 yang suka merawat kami (menensi, memijat, dll). Makasih banyak ya teteh2….
Kerstin juga pulang,, teteh bule yang membuat kami menjadi terkenal. Teteh bule yang menarik perhatian ade2 dsana bwt belajar bahasa inggris, teteh bule yang selalu menanyakan bahasa2 indonesia pada kami, teteh bule yang penuh dg semangat. We miss u kerstin…

Sebenarnya sebuah pesta kecil yang sudah ku susun untuk malam perpisahan gagal total. Setengah dari kami sudah pulang lebih dulu (dari dulu aku selalu memimpikan kita datang bersama dan pulangpun bersama, tapi yg penting skrg adl qt udh sampe d rmh masing2 dg selamat ya teman2). Hujan juga turun dg deras tanpa henti, sampe2 pesta kembang api yang kuimpikan jadi gagal. AKhirnya kami hanya menyanyi2 di teras dan menyalakan kembang api kecil
. Tapi itu momen terakhir yang cukup manis
.
Yaa itu kisah2 terpenting bagiku di Sindangsariku, Sindangsari kami : dise ‘princess’, teh tias ‘teteh bebehui’, teh prima ‘teteh dewi shinta’, rike, teh simut ‘teteh ketua geng roro’, abang ryan ‘prince’, sarah ‘mbong’ , teh sari ‘teteh bundo’, eva ‘selir’, teh ayu, ulva’upeh’, teh nata, teh indri, teh ita, teh fitri, teh nisa ‘teteh ibu ani’, teh vita, teh ami, teh ute’teteh jawara’, kerstin’teteh bule’.
“Teteh2 dan abang…. Jangan pernah melupakan sindangdut yaaa. jangan putusin hubungan kita cuma sampe tanggal 22 Juli aja. Masih banyak hal yang harus kita lalui bersama. Maafin dse klo dse banyak salah dan suka centil. hehehe. I love u all :*”
Tertanda : Princess

Ya, Kamis 25 Juni 2011. Hari keberangkatan ku menuju Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Hari pertamaku bertemu dengan seluruh teman2 KKN satu desaku. Kesan pertama sangat tidak berkesan karena aku sangat tidak mengenal keseluruhan teman2 yg akan bersamaku selama 1bulan nanti, wajah2nya sangat asing bahkan namanyapun aku tidak tw siapa. Yang ku kenal hanya teman2 sefakultasku dan beberapa yang pernah datang berkumpul.
19 orang wanita dan 1 pria. Hanya itu yang aku tw dr anggota KKN di desaku. Saat turun dr bus, koper2 besar langsung memenuhi garasi sebuah rumah sederhana bercat hijau. Ya ternyata pemilik rumah itu adalah ibu ihat, rumah yang akan kami tempati selama 1 bulan nanti. Kami hanya mendapatkan 2 kamar dengan luas yg standar ya mungkin 3×3 m dan itupun langsung penuh oleh koper2 kami. Dan kami putuskan untuk tidur di ruang tamu dan ruang tengah.
Kasur tiup,,, ya, mulai dari kasur tiup yang menghebohkan suasana. Saat memompa kasur tiup kami baru mulai saling berkomunikasi. Kemudian mie ayam mang kebul, karena beberapa orang sudah tak sanggup menahan lapar dan memutuskan untuk mencoba mie ayam mang kebul disebrang rumah. Kemudian Mie *ASO,,, ya, mie baso yang huruf ‘B’ nya sudah pudar untuk orang2 kelaparan kloter 2.

Acara pertama kami adalah ceramahan di masjid untuk acara isra miraj. Masjid ini letaknya tidak jauh dr rumah kami, hanya terhalang 2 rumah. Acaranya sampai malam sekali, terasa mengantuk dan membosankan. Untungnya ada konsumsi yang sangat enak dari mesjid itu (ntah krn lg laper aja kali yaaa). Di mesjid ini aku mulai memperhatikan teman2 baruku, aku mulai bertanya “yang itu namanya siapa? yang itu drmn?”. Tapi dari semua teman2ku, hanya 1 yg aku paling tau, yaitu : semua merasa ngantuk dan memejamkan matanya ketika kotak konsumsi mereka sudah habis. Hahahaha

Besok harinya, masih pagi2 buta sudah ada beberapa anak kecil yang datang ke rumah mengajak jalan santai katanya siihh… Sebenarnya aku sangat malas, tapi karena aku sudah mandi dan gda kerjaan jadi aku memutuskan untuk ikut sambil mencari sarapan. Untung saja gerimis datang, jadi kami tdk usah berjalan terlalu jauh dan memutuskan untuk berbalik arah kembali ke rumah. Di tengah jalan kami sarapan bubur, ya bubur terenak yang kurasakan dan menjadi langganan kami selama 1 bulan KKN di sindangsari.
Kalo diceritain satu2 pasti panjang bgt,,, Langsung aja ya ke beberapa kisah penting yang kurasakan saat KKN bersama teman2 di Sindangsari. Untukku ada 4 kisah yang paling berkesan yaitu :
1. Saat kami berlibur ke Green Canyon, Batu Karas, dan Pangandaran


Suasana yang sangat berbeda,, malam harinya tgl 5 Juli 2011, seluruh wanita mempersiapkan perbekalan untuk berwisata. Koper2 dibongkar, memilih barang2 yang harus dibawa, ada juga yang mandi pukul 10 agar paginya tidak usah mandi (termasuk aku). Untung saja saat itu Ibu Ihat sedang tidak ada di rumah, jadi tidak mengganggunya karena kami sangat berisik dan rumah menjadi sangat berantakan.
Pagi2 tanggal 6 Juli 2011 pukul 2 alarm2 sudah mulai berbunyi. Pukul setengah 3 pagi sudah ada yang mulai mandi. Hahaha. Memang aneh, biasanya aku yang mandi paling pertama dan itupun jam 4 pagi. Pukul 4 semua orang sudah rapi, hanya 1 orang yang masih tidur. Ya siapa lg klo bukan personil kami yang paling ganteng :p, hahaha,, abang. Dan yang kuingat dia terbangun saat kami mau berangkat, dia ganti celana dan cuci muka langsung berangkat. Kalo aku mjadi dia pasti aku merasa semuanya mimpi. Kami semua berangkat dg rumah yg msh berantakan karena kami sangat terburu2.
Yaaa kisah piknik kami sangat menyenangkan…. di green canyon kami berenang, di batu karas kami bermain banana boat dan bermain ombak, dan terakhir di pngandaran kami makan malam bersama dan berbelanja. Sampai di rumah pukul 12 malam,,, sangat larut dan keadaan rumah sudah sangat rapi “maaf ya ibu, jadi ngerepotin”.
2. Saat abang dan teh tias ulang taun 07072011

Yaa,,, kami membuat sedikit pesta kejutan yang penuh perjuangan. Saat panas terik meraja, aku dan bu kordes berjalan kaki memutari kota ciamis untuk mencari kue (nyampe 4toko kue di lokasi yang sangat berjauhan kami datangi) cuma buat happy twin ini. Tapi semuanya cuma perjuangan yg ga seberapa klo dibanding sma hasilnya : pesta kejutan yang sukses itu, ngeliat semuanya kumpul, ngeliat semuanya bahagia, ngeliat semuanya heboh mau kebagian kue.
“Begitulah kami, kalo ada makanan semuanya langsung tak terkendali”
3. Saat teh ita dan teh indri harus pergi menunaikan tugasnya di PIMNAS

Sangat sedih memang,,, teteh2 cantik calon perawat yang baik2 ini harus meninggalkan kami. Teteh2 yang slalu menghangatkan suasana, teteh2 yang suka mendandani kami, teteh2 yang suka memimpin masak, teteh2 yang suka merawat kami (menensi, memijat, dll). Makasih banyak ya teteh2….
Kerstin juga pulang,, teteh bule yang membuat kami menjadi terkenal. Teteh bule yang menarik perhatian ade2 dsana bwt belajar bahasa inggris, teteh bule yang selalu menanyakan bahasa2 indonesia pada kami, teteh bule yang penuh dg semangat. We miss u kerstin…
4. Perpisahan

Sebenarnya sebuah pesta kecil yang sudah ku susun untuk malam perpisahan gagal total. Setengah dari kami sudah pulang lebih dulu (dari dulu aku selalu memimpikan kita datang bersama dan pulangpun bersama, tapi yg penting skrg adl qt udh sampe d rmh masing2 dg selamat ya teman2). Hujan juga turun dg deras tanpa henti, sampe2 pesta kembang api yang kuimpikan jadi gagal. AKhirnya kami hanya menyanyi2 di teras dan menyalakan kembang api kecil
Yaa itu kisah2 terpenting bagiku di Sindangsariku, Sindangsari kami : dise ‘princess’, teh tias ‘teteh bebehui’, teh prima ‘teteh dewi shinta’, rike, teh simut ‘teteh ketua geng roro’, abang ryan ‘prince’, sarah ‘mbong’ , teh sari ‘teteh bundo’, eva ‘selir’, teh ayu, ulva’upeh’, teh nata, teh indri, teh ita, teh fitri, teh nisa ‘teteh ibu ani’, teh vita, teh ami, teh ute’teteh jawara’, kerstin’teteh bule’.
“Teteh2 dan abang…. Jangan pernah melupakan sindangdut yaaa. jangan putusin hubungan kita cuma sampe tanggal 22 Juli aja. Masih banyak hal yang harus kita lalui bersama. Maafin dse klo dse banyak salah dan suka centil. hehehe. I love u all :*”
Tertanda : Princess
Bandungku Menagih Janji
22 juli 2011
Aku duduk sendiri dalam kegelapan disaat bus melaju perlahan menuju bandung…
Hatiku trus berkata, waktunya aku pulang, waktunya ku tepati janjiku terdahulu yang akan membuka senyuman baru saat ku kembali ke bandung…
Sangat berat meninggalkan Desa Sindangsari, desa tempat aku menata hidup yang baru bersama teman2 yang baru setelah aku merasakan kehancuran anak labil gra2 patah hati… Aku tidak ingin pulang, sampai ku putuskan berpisah rombongan dengan teman2ku yang lain… Saat aku injakkan kaki di rumah kami, rumah yang suasananya selalu ramai, berantakan. Sekejap berubah menjadi rumah biasa yang sangat sepi dan rapi…Sangat berbeda memang…
Saat ku melihat ibu Ihat, ibu yang mengurus kami setiap hari, tertawa bersama kami setiap hari, sekarang raut wajahnya sangat berbeda… Inginku memeluknya dengan erat sambil ku teteskan air mata dan mengatakan berjuta kata maaf dan terimakasih, tapi aku tak boleh menangis dihadapannya, aku berusaha tersenyum dan mengucapkan salam perpisahan. dan 1 kalimat yang tak terucap dari bibirku “Aku pasti kembali kesini ibu, ketika aku sukses takkan pernah kulupakan dirimu, aku pasti kembali ibu, jangan takut dan jangan pernah merasa sepi lagi, tunggu aku kembali disini”
Aku memang harus kembali ke bandung, ke rumah ku, disana papa dan bunda sudah menantiku.. Dengan berat hati aku tinggalkan desa sindangsari menuju terminal dengan dibonceng abang.. Abang adalah penghuni terakhir di rumah ibu ihat, anak kesayangan ibu ihat. Ryan Adhitia M namanya, satu-satunya personil pria dalam KKNM Desa Sindangsari 2011… Sepanjang perjalanan menuju terminal, aku tidak tau apa aku harus tersenyum atau tertawa atau menangis melihat setiap sudut jalan yang sudah menjadi pemandangaku setiap harinya… “Sungguh aku tak ingin pergi dr sini tuhan, kuatkan aku”
Aku melihat tatapan abang yang terlihat sama sepertiku, bingung diantara sedih dan merasa senang karena tugas2nya di desa sudah selesai. Ya begitulah kami, dua orang yang tidak mw pulang dari desa sindangsari karena merasa nyaman atas segalanya. Saat bus datang, abang yang mengurusku dr mulai memilih tempat duduk sampai mengamankan barang2ku karena dia tau bahwa aku pelupa… heheheh…. makasih banyak yaa abang the prince yang banyak selirnya…
Waktunya bus berjalan, waktunya aku pergi, hanya abang yg melambaikan tangan dari bawah bus dan kubalas dg lambaian tangan juga sambil tersenyum….
“dadah sindangsari dan sampai jumpa sindangdut” langsung ku pasang status itu di salah satu account jejaring sosialku…. Tak tahan aku ingin menangis saat ku lihat jalan yang biasa kulalui bersama teman2ku… Sekarang kami telah berpisah, semoga kelak dengan kesibukan kami masing2, kami tetap bisa saling berhubungan dan mempererat silaturahmi….
Selepas kota ciamis selesai dilalui bus aku memutuskan untuk tidur agar aku tak berlarut dalam kesedihan….. Ku pejamkan mataku sambil ku mengingat kisah2 suka dan duka selama ku di sindangsari, tak akan kulupakan satu moment pun dsana….
Setibanya di Bandung aku langsung menarik nafas dengan panjang dan menghembuskannya dengan keras. “Bandung, aku kembali. Lihatlah aku yang akan menepati janjiku. Janjiku untuk kembali menjadi seorang Dise Amalia yang penuh keceriaan dan semangat menghadapi hidup” tapi tetap hati kecilku berkata “bantu aku tuhan, aku belum sembuh benar dr kesakitanku saat ku meninggalkan bandung” hehehehe
Akhirnya sampai juga di rumah ku, Panyileukan Citra Blok AB XI no 1. Smuanya sangat berbeda dengan rumah kami di sindangsari. Memang rumahku jauh lebih nyaman tapi tak sehangat rumah kami di sindangsari… I will miss it….
KKNM DESA SINDANGSARI 2011

Aku duduk sendiri dalam kegelapan disaat bus melaju perlahan menuju bandung…
Hatiku trus berkata, waktunya aku pulang, waktunya ku tepati janjiku terdahulu yang akan membuka senyuman baru saat ku kembali ke bandung…
Sangat berat meninggalkan Desa Sindangsari, desa tempat aku menata hidup yang baru bersama teman2 yang baru setelah aku merasakan kehancuran anak labil gra2 patah hati… Aku tidak ingin pulang, sampai ku putuskan berpisah rombongan dengan teman2ku yang lain… Saat aku injakkan kaki di rumah kami, rumah yang suasananya selalu ramai, berantakan. Sekejap berubah menjadi rumah biasa yang sangat sepi dan rapi…Sangat berbeda memang…
Saat ku melihat ibu Ihat, ibu yang mengurus kami setiap hari, tertawa bersama kami setiap hari, sekarang raut wajahnya sangat berbeda… Inginku memeluknya dengan erat sambil ku teteskan air mata dan mengatakan berjuta kata maaf dan terimakasih, tapi aku tak boleh menangis dihadapannya, aku berusaha tersenyum dan mengucapkan salam perpisahan. dan 1 kalimat yang tak terucap dari bibirku “Aku pasti kembali kesini ibu, ketika aku sukses takkan pernah kulupakan dirimu, aku pasti kembali ibu, jangan takut dan jangan pernah merasa sepi lagi, tunggu aku kembali disini”
Aku memang harus kembali ke bandung, ke rumah ku, disana papa dan bunda sudah menantiku.. Dengan berat hati aku tinggalkan desa sindangsari menuju terminal dengan dibonceng abang.. Abang adalah penghuni terakhir di rumah ibu ihat, anak kesayangan ibu ihat. Ryan Adhitia M namanya, satu-satunya personil pria dalam KKNM Desa Sindangsari 2011… Sepanjang perjalanan menuju terminal, aku tidak tau apa aku harus tersenyum atau tertawa atau menangis melihat setiap sudut jalan yang sudah menjadi pemandangaku setiap harinya… “Sungguh aku tak ingin pergi dr sini tuhan, kuatkan aku”
Aku melihat tatapan abang yang terlihat sama sepertiku, bingung diantara sedih dan merasa senang karena tugas2nya di desa sudah selesai. Ya begitulah kami, dua orang yang tidak mw pulang dari desa sindangsari karena merasa nyaman atas segalanya. Saat bus datang, abang yang mengurusku dr mulai memilih tempat duduk sampai mengamankan barang2ku karena dia tau bahwa aku pelupa… heheheh…. makasih banyak yaa abang the prince yang banyak selirnya…
Waktunya bus berjalan, waktunya aku pergi, hanya abang yg melambaikan tangan dari bawah bus dan kubalas dg lambaian tangan juga sambil tersenyum….
“dadah sindangsari dan sampai jumpa sindangdut” langsung ku pasang status itu di salah satu account jejaring sosialku…. Tak tahan aku ingin menangis saat ku lihat jalan yang biasa kulalui bersama teman2ku… Sekarang kami telah berpisah, semoga kelak dengan kesibukan kami masing2, kami tetap bisa saling berhubungan dan mempererat silaturahmi….
Selepas kota ciamis selesai dilalui bus aku memutuskan untuk tidur agar aku tak berlarut dalam kesedihan….. Ku pejamkan mataku sambil ku mengingat kisah2 suka dan duka selama ku di sindangsari, tak akan kulupakan satu moment pun dsana….
Setibanya di Bandung aku langsung menarik nafas dengan panjang dan menghembuskannya dengan keras. “Bandung, aku kembali. Lihatlah aku yang akan menepati janjiku. Janjiku untuk kembali menjadi seorang Dise Amalia yang penuh keceriaan dan semangat menghadapi hidup” tapi tetap hati kecilku berkata “bantu aku tuhan, aku belum sembuh benar dr kesakitanku saat ku meninggalkan bandung” hehehehe
Akhirnya sampai juga di rumah ku, Panyileukan Citra Blok AB XI no 1. Smuanya sangat berbeda dengan rumah kami di sindangsari. Memang rumahku jauh lebih nyaman tapi tak sehangat rumah kami di sindangsari… I will miss it….
KKNM DESA SINDANGSARI 2011

Cerita Cinta Anakmu Bunda
Bunda,,,
anakmu tlah dewasa, tlah mencari cinta selain dirimu, papa, dan kakaku…
tp tak ku dapatkan seorgpun seperti kalian, kalian yang selalu memberikan ketulusan cinta padaku…
dia pergi lagi bunda, pergi begitu saja tanpa tau hancurnya perasaanku…
kedua kalinya ku rasakan perasaan hancur seperti ini pada orang yang berbeda, tak kusangka bunda. Bagiku dia sangat baik, shaleh dan sederhana, tak kusangka bunda. Tapi dia pergi begitu saja tanpa menyisakan sedikit perasaan sayang padaku… Aku sakit bunda, aku menangis setiap malam, aku tak tau apa yang harus kulakukan…
akupun menjadi tak yakin, apakah aku akan mendapatkan seseorang seperti kalian? apakah aku tak pantas untuk dicintai? apa mungkin memang belum datang waktunya untukku mengarungi kisah kasih sejati dengan orang lain?
aku masih 19 tahun bunda, tapi mengapa aku begitu ingin mencari seseorang pengisi hidupku yang setia, bukan seorang pacar, bukan sesuatu yang bs terpisahkan hanya dengan kata ‘putus’, ‘udah ga cocok lagi’, ‘udah gbs saling ngerti’, ‘lebih baik kita jalan sendiri2′, ‘kamu belajar dlu aja’, dan beribu alasan lainnya.
Bagiku seseorang hanya mencari-cari alasan saja jika dia memutuskan ikatan mereka, karena aku yakin tak ada manusia yang sempurna, tak ada manusia yang sama. Dan jodoh itu dibangun bukan dicari atau dirasakan. Tuhan ciptakan perbedaan kepada setiap umatnya untuk saling mengisi, melengkapi, dan menghargai.
apakah semua prinsipku salah bunda? semua prinsipku ini menjadi menyakitiku, membuatku merasa bodoh, membuatku merasa dunia yang indah hanyalah impian belaka. Bagiku sebuah hubungan ini sama dengan bangunan; bila pintunya saja yang rusak, untuk apa merobohkan bangunannya.
Dia pergi bunda, dia memang tidak melihatku sejak dulu. Tapi karena aku berpegang pada prinsipku maka ku pertahankan semuanya dan ku mencoba bersabar dengan penuh penantian kembalinya dirinya. Dia yang selalu meyakinkan ku bahwa dia hanya sedang ingin menyelesaikan tugasnya pada orang tuanya. Aku hargai keinginannya bunda dan aku menantinya setiap hari. Aku memang tdk bs membantu apa2 padanya, aku hanya mahasiswi semester 4 yg ilmunya sangat jauh dibandingkan dia. Aku hanya bisa mengingatkan dia untuk shalat, makan, minum, tidur, jaga kesehatan, pulang jgn kemaleman. Aku sangat takut mengganggunya, namun aku cuma manusia bunda yang sesekali ingin dia perhatikan dan membuat ulah sampe2 yg muncul hanya pertengkaran.
Begitulah bunda, cinta ku padanya hanya berada diantara diam dan bertengkar. Memang tidak indah, tapi selalu ku pertahankan dengan harapan suatu saat cinta ku berada diantara tertawa dan bahagia bersamanya. Tapi sebelum semuanya datang, dia pergi bunda. Sangat sakit memang, tapi rasa sakit itu tdk cukup untuk membuatku membenci dia. Aku bukan orang yg pemarah dan pendendam (semua ini berkat didikanmu), tapi terkadang aku merasa ini adalah kelemahanku karena aku jd hanya bisa menangis, diam, putus asa, tertekan dan ingin mengakhiri hidup ketika seseorang menyakitiku.
Sekarang aku harus bangkit bunda, teman-teman baruku telah setia menemaniku disaat ku terjatuh dan kesakitan kemarin. Mereka membuatku merasa harus tetap bertahan menjalani hidup ini karena semua kesakitanku hanyalah sebuah proses. Ku kenalkan bunda, mereka Rike Rachmayati, Sarah Dewanti Purborini, Ulva Zena Hidayat, dan Eva Ayu Aprelia. Mereka menemaniku menangis di toilet kampus dan sangat lama bunda, memang konyol anakmu ini tapi mereka tetap menemaniku. Setelah itu mereka menghiburku di kosan temanku sampai sore, mereka mengorbankan waktu mereka padahal saat itu kami sedang UAS.
Bunda,,,
Suatu saat nanti aku ingin mencintai seseorang dengan memberikan ketulusan yang sesungguhnya agar aku tidak pernah merasa sakit lagi ketika ternyata dia tidak bisa mencintaiku, menjaga perasaanku dan tidak bisa menerimaku. Sampai kutemukan “DIA” yang benar2 ingin menjadikan aku jodohnya dan membangun cinta bersamaku beserta bunda, papa, dan kakaku.
Ajari aku bunda, ajari aku ketulusan cinta yang seperti itu agar anakmu tak menangis lagi, tak terdiam lagi, tak putus asa lagi dan tetap menjadi dirinya sendiri.

anakmu tlah dewasa, tlah mencari cinta selain dirimu, papa, dan kakaku…
tp tak ku dapatkan seorgpun seperti kalian, kalian yang selalu memberikan ketulusan cinta padaku…
dia pergi lagi bunda, pergi begitu saja tanpa tau hancurnya perasaanku…
kedua kalinya ku rasakan perasaan hancur seperti ini pada orang yang berbeda, tak kusangka bunda. Bagiku dia sangat baik, shaleh dan sederhana, tak kusangka bunda. Tapi dia pergi begitu saja tanpa menyisakan sedikit perasaan sayang padaku… Aku sakit bunda, aku menangis setiap malam, aku tak tau apa yang harus kulakukan…
akupun menjadi tak yakin, apakah aku akan mendapatkan seseorang seperti kalian? apakah aku tak pantas untuk dicintai? apa mungkin memang belum datang waktunya untukku mengarungi kisah kasih sejati dengan orang lain?
aku masih 19 tahun bunda, tapi mengapa aku begitu ingin mencari seseorang pengisi hidupku yang setia, bukan seorang pacar, bukan sesuatu yang bs terpisahkan hanya dengan kata ‘putus’, ‘udah ga cocok lagi’, ‘udah gbs saling ngerti’, ‘lebih baik kita jalan sendiri2′, ‘kamu belajar dlu aja’, dan beribu alasan lainnya.
Bagiku seseorang hanya mencari-cari alasan saja jika dia memutuskan ikatan mereka, karena aku yakin tak ada manusia yang sempurna, tak ada manusia yang sama. Dan jodoh itu dibangun bukan dicari atau dirasakan. Tuhan ciptakan perbedaan kepada setiap umatnya untuk saling mengisi, melengkapi, dan menghargai.
apakah semua prinsipku salah bunda? semua prinsipku ini menjadi menyakitiku, membuatku merasa bodoh, membuatku merasa dunia yang indah hanyalah impian belaka. Bagiku sebuah hubungan ini sama dengan bangunan; bila pintunya saja yang rusak, untuk apa merobohkan bangunannya.
Dia pergi bunda, dia memang tidak melihatku sejak dulu. Tapi karena aku berpegang pada prinsipku maka ku pertahankan semuanya dan ku mencoba bersabar dengan penuh penantian kembalinya dirinya. Dia yang selalu meyakinkan ku bahwa dia hanya sedang ingin menyelesaikan tugasnya pada orang tuanya. Aku hargai keinginannya bunda dan aku menantinya setiap hari. Aku memang tdk bs membantu apa2 padanya, aku hanya mahasiswi semester 4 yg ilmunya sangat jauh dibandingkan dia. Aku hanya bisa mengingatkan dia untuk shalat, makan, minum, tidur, jaga kesehatan, pulang jgn kemaleman. Aku sangat takut mengganggunya, namun aku cuma manusia bunda yang sesekali ingin dia perhatikan dan membuat ulah sampe2 yg muncul hanya pertengkaran.
Begitulah bunda, cinta ku padanya hanya berada diantara diam dan bertengkar. Memang tidak indah, tapi selalu ku pertahankan dengan harapan suatu saat cinta ku berada diantara tertawa dan bahagia bersamanya. Tapi sebelum semuanya datang, dia pergi bunda. Sangat sakit memang, tapi rasa sakit itu tdk cukup untuk membuatku membenci dia. Aku bukan orang yg pemarah dan pendendam (semua ini berkat didikanmu), tapi terkadang aku merasa ini adalah kelemahanku karena aku jd hanya bisa menangis, diam, putus asa, tertekan dan ingin mengakhiri hidup ketika seseorang menyakitiku.
Sekarang aku harus bangkit bunda, teman-teman baruku telah setia menemaniku disaat ku terjatuh dan kesakitan kemarin. Mereka membuatku merasa harus tetap bertahan menjalani hidup ini karena semua kesakitanku hanyalah sebuah proses. Ku kenalkan bunda, mereka Rike Rachmayati, Sarah Dewanti Purborini, Ulva Zena Hidayat, dan Eva Ayu Aprelia. Mereka menemaniku menangis di toilet kampus dan sangat lama bunda, memang konyol anakmu ini tapi mereka tetap menemaniku. Setelah itu mereka menghiburku di kosan temanku sampai sore, mereka mengorbankan waktu mereka padahal saat itu kami sedang UAS.
Bunda,,,
Suatu saat nanti aku ingin mencintai seseorang dengan memberikan ketulusan yang sesungguhnya agar aku tidak pernah merasa sakit lagi ketika ternyata dia tidak bisa mencintaiku, menjaga perasaanku dan tidak bisa menerimaku. Sampai kutemukan “DIA” yang benar2 ingin menjadikan aku jodohnya dan membangun cinta bersamaku beserta bunda, papa, dan kakaku.
Ajari aku bunda, ajari aku ketulusan cinta yang seperti itu agar anakmu tak menangis lagi, tak terdiam lagi, tak putus asa lagi dan tetap menjadi dirinya sendiri.

Langganan:
Postingan (Atom)

